Aktifis Pertanian Organik: Palawija
X
Pencarian pada kategori

💗 Palawija 💗

Jumat, 31 Januari 2020
by :

Varietas Sorgum (Sorghum spp)

Sorgum merupakan tanaman tergolong kedalam famili rumput-rumputan (poaceae),jenis-jenis tanaman biji-biji (serealia) dan merupakan tanaman penting ke-lima(5) dunia setelah; jagung, beras, gandum, barley (jelai). Memiliki morfologi berakar serabut,batang berbuku-buku dan berdiri tegak,bentuk daun melengkung,bunga tumbuh dari malai terdapat pada ujung batang.sistem pembungaan tergolong hermafrodit (satu tanaman terdapat kelamin jantan dan betina) dan tanaman sorgum terlihat seperti tanaman jagung.

Potensi Kandungan Nutrisi pada tanaman sorgum antara lain; protein, lemak, karbohidrat, air, serat, kalsium (Ca), fosfor (P), Besi (Fe) dan magnesium (Mg).oleh karena itu pemanfaatan sorgum secara luas dilakukan bidang industri;bahan pangan, bahan pakan ternak dan bahan bakar alternatif (Bioetanol).Tanaman sorgum memiliki adaptasi tinggi terhadap lahan yang kurang subur dan tahan terhadap kekeringan.tanaman sorgum tumbuh baik diketinggian ± 0 -700 dpl,dengan suhu 23°-34° C, kelembapan 20-40 %,dengan keasaaman tanah (pH)5,5-7.5.tanaman ini berasal Afrika tepat di negara Ethiopia dan Sudan beriklim Panas (tropis) sebelum masuk ke Indonesia melalui pintu Asia Tenggara.

Jenis-Jenis Varietas Sorgum

Varietas Sorgum Tortillero
Jenis varietas sorgum ini dikembangkan di Burkina Faso, Afrika Barat.memiliki keunggulan antara lain; memiliki tingkat adaptasi tinggi dan kondisi kering,tanah yang kurang subur dan menghasilkan biji berkualitas.

sorgum-tortillero-aktifis-pertanian-organik
sorgum-tortillero-aktifis-pertanian-organik



Varietas Sorgum Milion
Jenis varietas sorgum ini berasal dari Sudan,Afrika.jenis sorgum ini memiliki keunggulan antara lain; produktifitas sorgum tinggi dan memiliki kemampuan bertunas tinggi setelah musim kering dan menghasilkan biji sorgum yang berkualitas.

sorgum-milion-aktifis-pertanian-organik
sorgum-milion-aktifis-pertanian-organik


Varietas Sorgum Pahat
Jenis varietas sorgum ini dihasikan secara pemulian dengan mengunakan sinar radiasi sinar gama oleh Badan Nuklir Nasional (Batan),varietas ini memiliki keunggulan antara lain ;mampu adaptasi terhadap lingkungan dilahan kering dan lahan marginal, produktifitas mencapai 5 ton/ha, umur panen pendek (95 hari) dan tolerean terhadap lahan kadar keasaman tanah tinggi Jenis sorgum ini banyak dibudidayakan secara tumpang sari (polyculture).

sorgum-pahat-aktifis-pertanian-organik
sorgum-pahat-aktifis-pertanian-organik

Varietas Sorgum Numbu

Jenis varietas sorgum ini berasal dari Negara India,jenis sorgum ini memiliki keunggulan antara lain;umur panen surgum bisa ± 100-105 hari, Produktifitas hasil dapat mencapai 4,0-5,0 ton/ha, tahan terdapat penyakit karat dan bercak daun, memiliki kandungan nutri tinggi seperti (protein :9,12 %,lemak :3,94 % dan karbohidrat :84,58 %). dan dapat ditanam di lahan sawah maupun tegalan.

sorgum-numbu-aktifis-pertanian-organik
sorgum-numbu-aktifis-pertanian-organik


Varietas Sorgum Kawali
Jenis varietas sorgum ini tergolong jenis sorgum unggul yang berasal dari Negara India,jenis ini mulai dikembangkan di Indonesia. jenis sorgum ini memiliki keunggulan antara lain;umur panen surgum bisa ± 100-110hari, Produktifitas hasil dapat mencapai 4,0-5,0 ton/ha, tahan terdapat kerebahan,penyakit karat dan bercak daun, memiliki kandungan nutri tinggi seperti (protein :8,81 %,lemak :1,97 % dan karbohidrat :87,87 %). dan dapat ditanam di lahan sawah maupun tegalan.

sorgum-kawali-aktifis-pertanian-organik
sorgum-kawali-aktifis-pertanian-organik

0

Rabu, 15 Februari 2017
by :

Budi Daya Kentang

budidaya-kentang-aktifis-pertanian-organik
budidaya-kentang-aktifis-pertanian-organik

Untuk berhasil dalam usaha hortikultura jenis budidaya kentang, ada 6 hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh para petani.

Yang pertama adalah persiapan dan pengolahan lahan yang akan digunakan. Kedua pemilihan bibit yang baik dan bebas penyakit, ketiga metode dan waktu penanaman.

Hal keempat yang harus diperhatikan adalah pemupukan, kemudian yang kelima adalah penggunaan mulsa plastik, dan terakhir perlakuan panen dan pasca panen.

1. PENGOLAHAN LAHAN
Sebelum ditanami kentang, lahan harus dipersiapkan dan dibersihkan dari tumbuhan penganggu atau sisa-sisa tanaman lama. Setelah itu tanah dibiarkan 1-2 minggu.

2. PEMILIHAN BIBIT
Bibit yang dianjurkan adalah kultivar introduksi unggul lkal seperti cosima, cipanas dan kultivar lokal lainnya. Kebutuhan bibit per hektar mencapai 1 ton.

3. PENANAMAN
Penanaman kentang di tegalan dilaukan awal musim hujan yaitu bulan Oktober / November, yang bisa dipanen pada bulan Januari / Februari atau bila akhir musim hujan yaitu bulan Maret / April akan dipanen pada bulan Juni / Juli.

Pada lahan sawah beririgasi, penanaman kentang bisa dilakukan di musim kemarau yaitu pasca bulan Mei. Musim tanam yang baik adalah pada musim hujan atau sekitar bulan April. Jarak tanam yang baik 70-80 x 30 cm.

4. PEMUPUKAN
Pemberian pupuk buatan (anorganik) bagi tanaman kentang sangat diperlukan dan penting. Ketersediaan pupuk tersebut, secara cepat dapat dimanfaatkan oleh akar untuk memperbaiki pertumbuhan dan perkembangan tanaman itu sendiri.

Unsur makro terpenting yang ada dalam pupuk buatan adalah unsur Nitrogen (N). Unsur ini umumnya diberikan pada tanaman dalam bentuk pupuk urea dan ZA. Hanya saja tidak seluruh unsur N dari pupuk buatan itu bias dimanfaatkan tanaman, sebab unsur N mudah tercuci oleh air hujan dan sifatnya yang mudah menguap.

Bila unsur N hilang, maka dapat menurunkan kesuburan dan kegemburan tanah. Itu terjadi biasanya karena mikroorganisme yangberguna di dalam tanah mati dan tanah akan menjadi keras.

Kemudian produktivitas turun, kecuali dosis pupuk ditingkatkan. Perlu diperhatikan juga jika dosis pupuk ditingkatkan akan berdampak negatif, yaitu akan mempercepat turunnya daya dukung tanah terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya kentang.

Pemupukan menggunakan pupuk organik seperti pupuk andang, kompos, pupuk organik seperti urea/ZA SP-36, KCL, dan pupuk pelengkap cair (PPC). Selain pupuk dapat ditambah unsur mikro dan zat pengatur tumbuh.

Dosis pupuk anorganik tergantung rekomendasi dari dinas pertanian setempat. Namun sebgai rujukan dosis yang baik adalah 200 kg urea, 150 kg ZA, 300 kg SP-36 dan 2 lt PPC. Jika menggunakan pupuk organik dosisnya 20 ton/ha.

5. PENGGUNAAN MULSA
Penggunaan mulsa plastik diprioritaskan bagi jenis tanaman yang berniali ekonomis tinggi. Tiap hektar lahan dibutuhkan lebih kuarng 10 rol mulsa plastik.

Mulsa plastik yang baik warnanya gelap (hitam, coklat), dapat menekan pertumbuhan gulma, sedangkan warna merah dapat mentransmisi sinar inframerah. Di Indonesia , mulsa plastik yang banyak digunkaan petani umumnya berwarna hitam perak,merah perak, keabu-abuan.

Multifungsi mulsa plastik itu sudah duketahui masyarakat tani yang antara lain dapat memantulkan cahaya matahari, sehnmgga mengusir hama tungau dan kutu daun serta thrips, bahkan menekan penyakut virus.

Mulsa palstik dapat menekan pertumbuhan gulma, mencegah penguapan pupuk, erosi, menciptakan kegemburan tanah, menghemat tenaga kerja pengairan, penyiangan dan sebagainya.

Penerapan mulsa plastik meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman yang dibudidayakan.

6. PANEN
Setelah berumur 3,5 bulan kentang sudah bisa dipanen. Pemanenan kentang bisa menggunakan cangkul atau garpu. Pengambilan umbi kentang harus hati-hati agar umbinya tidak terluka. Pengambilan umbi bisa menggunakan alat pemanenan mekanik (potato digger).
0

Selasa, 14 Februari 2017
by :

Budidaya Kedelai

budidaya-kedelai-aktifis-pertanian-organik
budidaya-kedelai-aktifis-pertanian-organik

Kedelai merupakan salah satu bahan masakan yang biasa digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Banyak masakan asli Indonesia yang menggunakan bahan ini. Dan, kedelai juga menjadi salah satu tanaman yang bisa anda pilih untuk anda budidayakan. Ada beberapa cara menanam dan membudidayakan kedelai yang perlu anda ketahui.

Media Tanam dan Kondisi Lahan
Kedelai dapat tumbuh diberbagai jenis tanah. Akan tetapi, tanah yang menjadi lahan untuk menanam kedelai harus mempunyai drainase dan aerasi yang baik. Selain itu, cara budidaya yang tepat adalah menggunakan tanah dengan tingkat pH sebesar 5,8 sampai 7. Daerah tempat untuk menanam kedelai juga harus tepat, yaitu daerah yang terletak di ketinggian 600 mpl, dengan curah hujan sebesar 100 sampai 400 ml per bulan dan suhu 23 smapai 30 derajat Celsius dan tingkat kelembaban sebesar 60% sampai 70%.

Mempersiapkan Lahan
Hal pertama yang perlu dilakukan dalam teknik budidaya kedelai adalah mempersiapkan tanah yang akan ditanami. Tanah dibajak dan diratakan agar mempermudah menanam dan sistem drainase. Bila ada gulma pada lahan yang akan ditanami, bersihkan sampai benar-benar bersih. Untuk menjaga keadaan tanah dari kelebihan air yang dapat merusak kedelai, anda perlu membuat saluran air dengan jarak 3 sampai 4 meter. Setelah itu, tanah dibiarkan kering selama tiga minggu dan setelah tiga minggu, tanah siap untuk ditanami kedelai.

Tips Memilih Lahan
Ada beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk memilih lahan yang akan ditanami benih kedelai. Salah satu cara yang paling populer adalah memanfaatkan lahan yang baru ditanami padi untuk membudidayakan kedelai. Caranya, setelah memanen padi, sisa jerami dibabat dan dibiarkan selama 3 minggu. Setelah itu, lahan ini disemprot dengan herbisida dan lahan bekas padi siap untuk ditanami dengan kedelai.

Pemilihan Benih
Selain mempersiapkan tanah, pemilihan bibit kedelai juga penting untuk dilakukan. Benih yang baik untuk anda budidayakan adalah benih dengan varietas yang sudah diketahui kualitasnya, seperti benih Grobogan. Sebelum ditanam, sebaiknya benih direndam dengan POC NASA dengan dosis sebesar 2 cc/liter air, bila lahan yang akan anda tanami belum pernah ditanami dengan kacang kedelai.

Penanaman
Untuk teknik menanam yang baik, masukkan 2 sampai 3 biji disetiap lubang tugal dilahan anda dan tutup benih dengan tanah gembur dan tidak perlu dipadatkan. Untuk hasil yang lebih optimal, buat lubang tugal dengan jarak 30 x 20 cm. Waktu penanaman yang paling baik adalah saat akhir musim hujan, dimana curah hujan atau air akan menurun yang sangat cocok dengan tanaman kedelai yang tidak cocok dengan tanah yang sangat basah. Anda juga bisa memasukkan pupuk ke dalam lubang tugal, agar benih calon pohon kedelai dapat tumbuh dengan baik.

Penyulaman dan Penyiangan
Benih kedelai akan mulai tumbuh setelah 5-6 hari. Apabila setelah masa tersebut ada beberapa benih yang tidak tumbuh dengan baik, anda bisa melakukan proses penyulaman dengan menggantinya dengan benih yang baru. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tidak terjadi proses pelayuan. Penyiangan dapat dilakukan setelah tanaman kedelai berumur 2 sampai 3 minggu untuk penyiangan yang pertama, 6 minggu setelah prosespenanaman pertama atau saat kedelai mulai berbunga untuk penyiangan kedua dan penyiangan ketiga dapat dilakukan setelah proses pemupukan kedua.

Pemupukan
Proses pemupukan diberikan setelah tanaman kedelai berumur 2 minggu dan pemupukan diberikan setiap 2 minggu sekali. Pupuk yang dapat anda gunakan adalah pupuk POC NASA yang diberikan dengan cara disemprotkan ke tanaman kedelai. Akan tetapi, bila tanaman kedelai anda sudah mulai berbunga, maka proses penyemprotan ini perlu anda hentikan agar tidak mengganggu proses penyerbukan. Selain menggunakan pupuk POC NASA, pupuk tambahan berupa pupuk kandang dan kompos juga bisa diberikan agar tanaman kedelai anda mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh secara optimal.

Hama dan Penyakit
Hama yang paling sering menyerang tanaman kedelai adalah lalat kacang. Untuk mencegah dan melindungi tanaman kedelai dari serangan hama ini, tanaman kedelai anda perlu disemprot dengan insektisida yang menggunakan bahan aktif Fipronil. Proses penyemprotan ini dilakukan saat tanaman kedelai berumur 7 hari, saat benih sudah tumbuh dan mengeluarkan 2 lembar daun pertama. Selain itu, bila pada masa pemeliharaan terjadi serangan hama dan penyakit, maka bisa dilakukan pembasmian yang disesuaikan dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang.

Panen
Selain cara tanam yang benar, proses pemanenan juga perlu diperhatikan agar kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Pertama waktu yang tepat untuk memanen kedelai adalah saat biji polong sudah tampak masak, yaitu bewarna kuning hingga coklat, dan daun menguning dan mulai gugur. Pemetikan biji polong dilakukan secara hati-hati. Setelah proses pemetikan selesai, biji kedelai segera dijemur sampai kering dan dilakukan pemilihan biji kacang kedelai yang baik untuk digunakan.
0

Budi Daya Kacang Tunggak

kacang-tunggak-aktifis-pertanian-organik
kacang-tunggak-aktifis-pertanian-organik

Kacang tunggak atau kacang tolo ini banyak dibudidayakan. Ada 2 jenis kacang tunggak yang sering dibudidayakan yaitu kacang tunggak dengan buah berkulit hijau dan berbiji persegi dan kacang tunggak buah berujung merah dengan biji berbentuk bulat (jenis ini sering disebut kacang dadap atau kacang tolo).

Kacang tunggak
memiliki 3 tipe pertumbuhan yaitu upright, semi upright dan juga trailing. Tanaman kacang tunggak ini memiliki bunga dengan tangkai panjang dengan jumlah bunga sekitar 4 hingga 6 unit bunga yang tersusun berseling.

Berikut adalah cara budidaya kacang tunggak :
a. Syarat Tumbuh
Kacang tunggak dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki ketinggian hingga 1.500 mdpl dengan suhu udara sekitar 20°C-25°C dan tanah pada lahan memiliki derajat keasaman atau pH sekitar 5,5 hingga 6,5. Curah hujan yang dikehendaki adalah sekitar 600 hingga 1.500 mm/tahun.

b. Persiapan Lahan Tanam

Lakukan pengolahan tanah yaitu sekitar 2 minggu sebelum tanam dengan cara dicangkuli. Antara pengolahan tanah pertama dengan pengolahan kedua dilakukan dengan jarak seminggu. Setelah pengolahan tanah selesai maka selanjutnya siapkan petakan petakan tanam dengan ukuran sekitar 5×5 meter dengan jarak antar perakan yaitu sekitar 0,5 meter dan jarak tanam dilakukan yaitu 50 x 20 meter.

c. Penanaman Kacang Tunggak
Tanaman kacang tunggak ditanam dengan cara ditugal, setiap lubang tanam diisi dengan 2 biji benih. Jangan lupa, sebelum tanam untuk melindungi biji setiap lubang tanam diberi Furadan 3G. Setelah seminggu setelah tanam, lakukan penyulaman.


d. Pemupukan
Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk Urea, KCl dan juga TSP dengan dosis masing-masing 100 kg/ha, 100 kg/ha dan 200 kg/ha. Pupuk KCl dan TSP seluruhnya diberikan saat tanam sedangkan urea diberikan sebagian saat tanam dan sebagian saat tanaman telah berumur sekitar 1 bulan.

e. Pengairan
Pengairan dapat ditingkatkan menjadi 50% hingga 70%, saat tanaman pada proses vegetatif (30 hari setelah tanam.

f. Pemeliharaan
Lakukan penyiangan pada gulma dan juga pengendalian hama penyakit. Lakukan pelindungan pada saat tanaman pada masa vegetatif dan generatif.

g. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada saat tanaman berumur 2 minggu pemangkasan dilakukan pada cabang sekunder, setelah tanaman berumur 1 bulan lakukan pemangkasan pada cabang primer.

h. Pemanenan Kacang Tunggak
Umumnya kacang tunggak dimanfaatkan untuk sayur sehingga kacang ini dipanen dalam bentuk polong muda . Pemanenan ini dapat dilakukan secara bertahap atau selang beberapa hari karena tanaman ini tidak berbuah secara serempak. Pemanenan tersebut dapat dilakukan secara langsung yaitu memetik menggunakan tangan tanpa harus menggunakan alat bantu dan pemanenan tersebut dapat dilakukan pada pagi hari.

Selain polongnya, bagian tanaman kacang tunggak yang lain sepertui daunnya pun dapat dimanfaatkan menjadi sayuran. Jika polong dimaksudkan untuk benih dapat dipanen setelah berumur 60-65 hari setelah tanaman berbunga.
0

Budi Daya Jagung

budidaya-jagung-aktifis-pertanian-organik
Budidaya Jagung-Aktifis Pertanian Organik
Tanaman jagung adalah tanaman yang memiliki tingkat fotosintesis tinggi, jadi sangat memerlukan cahaya matahari. Maka lokasi yang baik untuk budidaya tanaman jagung adalah areal yang terbuka berupa sawah atu ladang yang tidak terlindung dari cahaya matahari.

Lokasi untuk budidaya tanaman jagung sebaiknya tidak tergenang air, namun memiliki kadar air yang cukup. Selain itu, dalam pemilihan lokasi untuk tanaman jagung, sebaiknya harus sesuai dengan syarat tumbuh tanaman jagung, atau yang dibutuhkan oleh tanaman jagung. Syarat tumbuh dijelaskan sebagai berikut.

1. Susunan atau sifat tanah
Sebenarnya semua jenis tanah dapat ditumbuhi jagung, namun sifat tanah yang paling dikehendaki oleh tanaman jagung adalah yang drainasenya lancar, subur dengan humus dan pupuk yang mencukupi persediaan untuk tumbuh.

2. Iklim
Iklim atau cuaca rata-rata suatu daerah turut berperan serta dalam menentukan pertumbuhan dan produksi suatu tanaman. Iklim yang tidak mendukung, misalnya banyak hujan badai dan angin rebut bahkan banjir, akan berpengaruh pada pertumbuhan, termasuk pada tanaman jagung.
Walaupun tanaman jagung sangat cocok pada daerah yang beriklim sejuk dan dingin, namun jika terlalu banyak hujan juga akan mengurangi kualitas jagung.

Tanaman jagung dapat berproduksi dengan baik dan berkualitas pada daerah yang beriklim sejuk yaitu 50 derajat LU sampai 40 derajat LS dengan ketinggian sampai 3000 meter dari permukaan laut. Namun, untuk jenis-jenis jagung tertentu, dapat juga pada tempat yang berbeda dari kondisi tersebut dan dapat berproduksi dengan baik.

3. Derajat keasaman tanah (pH)
Derajat keasaman tanah dipengaruhi oleh banyaknya kandungan unsure kimia dalam tanah serta kadar air dalam tanah tersebut. Daerah yang cenderung basah dan banyak humus akan menyebabkan tanahnya cenderung bersifat asam.

Sebaliknya tanah yang kering berkapur dengan kadar air yang sedikit akan lebih bersifat basa. Untuk tanaman jagung sebenarnya toleransi atau kemampuan untuk beradaptasi pada lingkungan cukup baik, yaitu dengan kemampuan hidup maksimal pada derajat keasaman antara 5,5 sampai 7.
Derajat keasaman ada skala 14 skala, untuk skala 1 sampai 7 bersifat asam, sedangkan antara 8 sampai 14 bersifat basa.

4. Kadar air
Jumlah air yang ada dalam tanah akan menentukan kadar air tanah. Tanaman jagung memerlukan air terutama untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan. Jadi penanaman jagung pun banyak diawali pada saat musim hujan mulai tiba. Selain menghemat tenaga untuk menyiram juga menambah sejuk/menambah kelembaban udara. Sehingga tanaman tidak kekurangan air, karena dapat mengganggu proses fotosintesis atau penyusunan makanan yang dilakukan untuk beraktifitas dan berproduksi dari tanaman jagung tersebut.

5. Intensitas cahaya matahari
Intensitas cahaya adalah jumlah pancaran cahaya matahari yang intesif dan dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Untuk tanaman jagung, intensitas cahaya yang banyak dan cukup sangat dibutuhkan selain untuk berfotosintesis, juga untuk berproduksi, karena tanpa intensitas cahaya yang cukup, bunga tidak dapat berhasil menjadi buah.

6. Suhu lingkungan
Suhu adalah tingkat derajat panas suatu benda yang ada dalam lingkungan. Lingkungan tempat hidup jagung sangat perlu untuk diperhatikan, karena suhu yang tinggi dan kering akan mengganggu kelangsungan proses penyusunan makanan atau fotosintesis pada tanaman jagung.

Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman jagung adalah antara 21 sampai 30 derajat celcius. Sedangkan untuk proses perkecambahan jagung, yang paling tepat adalh antara suhu 21 sampai 27 derajat celcius. Jadi, sedikit lebih membutuhkan suhu yang lebih sejuk untuk pertumbuhan kecambahnya.

Pada umumnya tanaman njagung ditanam pada lahan yang kering dengan cara multikultur, artinya ditanam bersama dengan beberapa jenis tanaman yang lain. Namun, penanaman jagung pada lahan kering ini tidaklah mutlak, sebab ternyata tanaman jagung juga dapat tumbuh pada lahan basah yang terdapat pengairan serta sawah tadah hujan, secara monokultur yaitu menanami lahan hanya dengan satu jenis tanaman.

Cara penanaman jagung ada 2 cara, yaitu:

1. Multikultur
Multikultur adalah penanaman lahan dengan banyak jenis tanaman yang berbeda-beda secara bersama-sama. Misalnya dalam satu waktu pada suatu lahan ditanami jagung, ketela pohon, dan kacang tanah.
Cara ini sering juga disebut dengan istilah tumpang sari, yang mempunyai tujuan agar kesuburan tanah tetap terjaga, yaitu dengan menjaga keseimbangan persediaan unsure-unsur yang ada dalam tanah.

2. Monokultur
Monokultur adalh menanami lahan hanya dengan satu jenis tanaman secara berselang seling, atau bergantian. Misalnya sekarang jagung, tahap yang kedua padi atau sebaliknya.

Penanamn dengan car ini sering disebut dengan istilah rotasi tanaman. Rotasi tanaman pada dasarnya memiliki tujuan yang hampir sama dengan tumpang sari, hanya saja waktu penanaman yang berbeda maka pengambilan unsure yang ada dalam tanah juga bergantian. Tapi dengan cara bergantian pula unsur itu akan berkurang, sehingga diharapkan dengan penanaman yang bergantian, keseimbangan jumlah unsur-unsur dalam tanah juga tetap terjaga.

Selain itu juga diselingi dengan tanaman kacang agar dapat diperkaya unsur Nitrogen, karena tanaman kacang tanah dala akarnya terdapat bintil yang ada bakteri Rhizobium dapat mengikat Nitrogen dari udara bebas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penanaman kacang tanah, tanah akan subur kembali.
Kedua cara tersebut adalah bagian dari cara penanaman yang dipakai untuk mengatasi lahan yang sudah kritis.

Sebenarnya masih ada cara yang lain untuk mengatasi lahan yang kritis, yaitu dengan sengkedan dan terasering. Sengkedan dilakukan pada lahan yang dapat berdampak pada erosi tanah. Sedangkan terasering dilakukan pada lahan yang miring dibuat sawah yang bertingkat-tingkat dengan tujuan untuk menghambat erosi.

Tanah yang terkena erosi terus menerus akan mengalami:
a. Kekurangan unsur-unsur hara didalamnya
b. Mudah longsor
c. Pengurangan tingkat kesuburan
d. Tidak dapat ditanami
e. Mengurangi hasil produksi

Di bawah ini ada usaha-usaha untuk mengembalikan kesuburan tanah apabila terjadi erosi pada lahan tanamn jagung, baik oleh air ataupun oleh angin:

1. Penjemuran
Penjemuran adalah cara yang sudah sering dilakukan oleh para petani sejak dahulu, terutama pada lahan persawahan, caranya dengan mencangkul tanah dan membaliknya, kemudian dibiarkan terkena panas matahari selama beberapa hari. Tujuan penjemuran adalah untuk:

a. Membunuh bakteri pengganggu yang ada dalam tanah
b. Tanah mendapatkan aerasi/pengudaraan
c. Derajat keasaman tanah atau kebasaan dapat berkurang
d. Tanah dapat kembali subur

2. Penghijauan
Tanah yang kurang subur karena terkena erosi, biasanya akan sulit ditanami. Untuk mengatasinya, dapat dengan penanaman kembali atau penghijauan, yaitu dengan menanam pohon pohon pelindung.
Tujuan penghijauan adalah untuk:

a. Menambah kesuburan tanah, dengan cara pembuatan humus oleh tanaman pelindung melewati daunnya yang berguguran.
b. Akar tanaman pelindung dapat menahan laju air.
c. Mikroorganisme yang ada dalam humus akan dapat menguraikan zat organic dalam humus, sehingga menambah unsure hara dan kesuburan dalam tanah.

3. Rotasi tanaman
adalah menanami sebidang tanah dengan tanaman yang berbeda secara bergantian. Misalnya ditanami jagung, lalu ditanami padi dan seterusnya. Tujuan rotasi tanaman adalah:

a. Agar unsure hara yang ada dalam tanah tidak habis sekaligus
b. Jenis tanaman yang berbeda akan membutuhkan unsure yang berbeda pula, jadi pengambilan unsure terjadi secara bergantian.

4. Pemupukan
Pemupikan adalah usaha menambah atau mengganti hilangnya beberapa jenis unsure yang hilang bersama proses bercocok tanam.

Proses yang dapat menyebabkan hilangnya beberapa unsure adalah:
a. Pemanenan dengan cara pencabutan sampai ke akar
b. Hanyut bersama dengan air saat penyiraman.

Macam-macam pupuk yang dapat digunakan antara lain:

a. Pupuk kandang
Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran ternak.

b. Pupuk kompos
Pupuk kompos adalah pupuk yang berasal dari pembusukan sampah organic. Misalnya dari sisa pembusukan daun atau bagian tanaman lain yang sudah mati.

c. Pupuk hijau
Pupik hijau adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan yang sengaja dicabut, kemudian di tanam di sekitar lahan pertanian. Tanaman yang sering di tanam adalah jenis kacang-kacangan.

d. Pupuk anorganik atau pupuk buatan
Pupik anorganik adalah macam-macam pupuk yang dibuat oleh pabrik.
Misalnya:

1) Amonium sulfat (NH4)2 SO4 atau sering disebut ZA
2) Nitrogen Posfor Kalium (NPK)
3) Urea
4) ASN atau ammonium sulfat nitrat

1. Syarat tumbuh
Lokasi yang baik untuk bertanam jagung sebaiknya memenuhi syarat tumbuh. Misalnya kesuburan tanah, suhu lingkungan, pancaran sinar matahari, serta tinggi tempat.

2. Ketersediaan sarana dan prasarana transportasi
Ketersediaan sarana transportasi dapat mempermudah pengangkutan hasil panen, menekan biaya transportasi serta mencegah prnurunan mutu jagung sebelum pemasaran.

3. Tujuan pemasaran
Lokasi bertanam jagung sebaiknya tidak jauh dari tempat pemasaran. Tujuannya adalah mencegah penurunan mutu jagung dan menghemat transportasi, termasuk biaya pengangkutan oleh tenaga kerja.

4. Ketersediaan tenaga kerja
Tenaga kerja sangat diperlukan, dimulai dari proses penanaman, pemeliharaan dan saat pemanenan serta pengolahan hasil panen, sehingga mendapatkan hasil produksi yang baik dan berkualitas serta tidak terjadi penurunan mutu jagung.

Benih Tanaman Jagung
Penyediaan benih adalah hal atau factor yang awal dan penting pada aktivitas bertanam jagung. Sebagai langkah awal dalam bertanam jagung, pemilihan bibit unggul biasanya dilaksanakan agar kita dapat mendapatkan hasil produksi yang tinggi pula.

Ciri-ciri yang harus diperhatikan dalam memilih bibit jagung yang baik adalah sebagai berikut:

1. Tongkol diambil dari tanaman jagung induk yang sehat, kuat dan telah tua.
2. Tongkol jagung yang tua berukuran besar, panjang dan langsing.
3. Klobot rapat dari ujung sampai pangkal daun jagung.
4. Biji terletak dalam barisan yang lurus
5. Tongkol memiliki ranbut yang banyak
6. Tongkol sudah dijemur sampai kering

Biji yang unggul ditentukan oleh:
1. Faktor genetic
Faktor genetic adalah factor yang berhubungan dengan genotip yang baik, dan biasanya diturunkan dari induk pada keturunannya, misalnya daya tahan terhadap penyakit, dan daya reproduksi.

2. Faktor fisik
Faktor fisik adalah benih yang bermutu tinggi meliputi kemampuan berkecambah yang tinggi, kadar air rendah, bersih dan bebas dari kotoran.
Untuk mendapatkan benih, sebaiknya kita beli dari tempat pemuliaan, sebab bila kita menggunakan benih dari pertanaman sebelumnya, akan mengalaminpengurangan/penurunan kualitas/mutu.

Benih yang unggul dapat kita beli pada took saprotan, distributor benih atau Balai Benih Induk (BBI). Dan untuk mencegah timbulnya penyakit pada benih yang disebabkan oleh jamur, maka benih harus kita fungisida, atau insektisida yang berguna untuk membasmi jamur.
Misalnya untuk mencegah bulai, dengan cara sebagai berikut:

1) Sediakan air sebanyak 1 liter
2) Masukkan dalam air tersebut 5 g Ridomil
3) Masukkan biji jagung kedalam larutan tersebut
4) Rendam benih selama 15 menit
5) Setelah itu keringkan sampai kering dengan cara dijemur.

Lahan dan Penanaman
Pengolahan lahan tanaman jagung bertujuan untuk mendapatkan kondisi lingkungan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil produksi jagung.

Tujuan pengolahan lahan adalah untuk:

1. Menyediakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan jagung.
2. Memperbaiki sifat fisik tanah.
3. Mencegah pertumbuhan gulma dan tanaman pengganggu.
Lahan untuk bertanam jagung dapat diolah dengan menggunakan cangkul, bajak ataupun dengan traktor.
Pengolahan lahan untuk bertanam jagung terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

1. Memecah
Yang dimaksud memecah pada pengolahan tanah untuk bertanam jagung adalh menfubah kondisi tanah yang tadinya keras dan padat menjadi tanah yang gembur dan lunak, agar dapt diproses selanjutnya. Alat untuk memecah kondisi tanah ini adalah traktor.

2. Membalik
Membalik tanah pada pengolahan tanaman jagung adalah penggantian atau pemindahan posisi dari bagian tanah sebelas atas menjadi sebelah bawah atau sebaliknya.
Hal ini dilakukan karena tiap komposisi tanah yang memiliki sifat yang berbeda-beda, baik kandungan unsure maupun tingkat kesuburan tanahnya. Alat yang dipergunakan untuk membalik tanah adalah cangkul.

3. Meratakan tanah
Proses yang selanjutnya setelah tanah dipecah dan dibalik adalah dengan diratakan, agar proses perawatan yang lain dapat berlangsung dengan mudah. Alat yang digunakan untuk meratakan adalah garu, dengan tenaga sapi atau kerbau atau tenaga manusia.
Di bawah ini perlu kita ketahui susunan dari lapisan tanah secara horizontal yang terdiri dari 3 lapisan yang utama yaitu:

a. Lapisan tanah atas/top soil
Lapisan tanah atas memiliki ciri-ciri antara lain:
Terletak pada bagian paling atas dari tanah
Sebagai tempat tumbuhnya berbagai tanaman
Berwarna gelap
Tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman dengan mencari makan pada bagian top soil ini
Tempat hidup berbagai mikroorganisme
Tempat terjadinya humifikasi
Tanahnya gembur
Banyak mengandung unsure hara bagi tanaman
Porositas dan drainasenya sangat baik.
Ketebalannya dipengaruhi oleh kemiringan, ketinggian dan jumlah tumbuhan yang ada di atasnya

b. Lapisan tanah bawah/subsoil
Ciri-ciri lapisan tanah bawah/subsoil adalah sebagai berikut:
Berwarna lebih muda dan lebih terang
Porositas dan drainase rendah
Ikatan butiran tanah lebih stabil
Banyak mengalami pelapukan
Banyak mengandung tanah liat

c. Lapisan bahan atau batuan induk/bed rock
Lapisan batuan induk memiliki ciri-ciri antara lain:
Lapisan masih berupa batu yang belum mengalami pelapukan.
Tempat terdapatnya kantung-kantung air.
Tempat terjadinya proses pelapukan secara fisik, kimia dan bilogis dalam waktu yang lama.

Keadaan tanah yang diolah sebaiknya dalam keadaan tidak basah sebab akan lengket dan sukar digemburkan. Selain itu juga tidak terlalu kering, sebab akan terasa keras, sehingga perlu tenaga yang besar. Jadi sebaiknya dalam keadaan lembab agar mudah pengolahannya.

Cara pengolahan tanah untuk bertanam jagung, yaitu:
Setelah tanah diolah, maka tanah dibuat bedengan dengan ukuran yang sesuai dengan luas lahan.
Selain itu di antara bedengan dibuat parit untuk pengaturan pengairan, yang dalamnya 20 cm dan lebarnya 40 cm.
Segera dilakukan pembuatan lubang tanam dengan menggunakan tugal/batang kayu
Pembuatan jarak antara lubang tanam bergantung pada kesuburan tanah dan daya tumbuh benih.

4. Penanaman tanaman jagung
Penanaman jagung dilaksanakan pada awal atau akhir musim hujan, sehingga pada masa pertumbuhan tanaman jagung masih tersedia air dari curahan hujan.
Penanaman dilakukan dengan cara mengisi lubang tanam dengan satu benih jagung disertai dengan furadan 1 g tiap lubang. Tak lupa pada setiap lubang tanam ditutupi dengan jerami kering terlebih dahulu baru ditutup kembali dengan tanah.

Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman jagung adalah proses yang penting, karena akan ikut menentukan hasil produksi dari aktivitas kita bercocok tanam jagung.

Kegiatan pemeliharaan tanaman jagung meliputi:

1. Penyiraman
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman jagung adalah dengan membuat saluran air pada sekeliling lahan atau dari turunnya air hujan. Sebab, bila kita harus menyiram lahan yang begitu luas, akan cukup merepotkan.

Air bagi tanaman jagung dibutuhkan untuk:
Saat awal pertumbuhan yaitu untuk perkecambahan
Saat pembentukan tongko

Akibat kekurangan air adalah:
Biji lama/gagal berkecambah
Tongkol jagung menjadi kerdil

Cara penyiraman lahan tanaman jagung adalah sebagai berikut:
Pada daerah yang cukup air, penyiraman dilakukan dengan cara menyalurkan air pada saluran air antara barisan tanamannjagung.. tunggu sampai 3 jam, bila air masih sisa dalam sxaluran tadi, maka air harus dibuang.
Pada lahan yang kering, penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor.
Waktu penyiraman tanaman jagung adalah:
Setelah masa tanam jagung selesai, dengan tujuan agar biji jagung segera berkecambah.
Setiap hari satu kali tanaman jagung disiram selama satu minggu.
Setelah istirahat, penyiraman kembali dilakukan setelah minggu ke-4.
Saat pembentukan tongkol, tanaman jagung disiram sehari sekali agar tumbuh dengan sempurna.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penyiraman tanaman jagung adalah:
Jangan menyiram tanaman jagung jika hari sudah hujan. Karena jika terlalu banyak air tanaman jagung bisa membusuk dan akhirnya mati.
Penyiraman hanya dilakukan jika lahan kering saja.

2. Penyiangan
Penyiangan adalah kegiatannmembuang rumput liar/pengganggu yang ikut tumbuh bersama tanamanjagung, yang sering disebut gulma.
Macam-macam rumput liar yang sering tumbuh dalam lahan jagung adalah:
Rumput teki
Alang-alang
Kaki/tapakmkuda
Meniran
Krokot

Cara penanggulanggan rumput liar atau gulma ini adalah dngan cara:
Langsung dicabut dengan tangan secara beramai-ramai.
Dengan menggunakan herbisida yaitu senyawa kimia yang digunakan untuk membasmi gulma.

3. Pembubunan
Pembumbunan adalah penimbunan tanah pada sekeliling tanaman jagung. Caranya adalah sebagai berikut:
Pertama-tama kita bersihkan rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman jagung, dengan cara dicabut
Ambil hasil cabutan rumput liar tadi, dan timbun dengan tanah pada sekeliling tanaman jagung.

4. Pemberian pupuk
Pemberian pupuk yanmg dimaksudkan disini adalah pemupukan lanjutan, yaitu setelah tanaman jagung berumur 2 minggu, dengan cara ditaburkan pada larikan tanaman jagung
Pemberian urea juga diberikan setelah tanaman jagung berumur 40 hari, dengan tujuan menungkatkan jumlah dan kualitas tongko, jagung.

5. Pemberian garam inggris
Tujuan pemberian garam inggris pada tanaman jagung adalah untuk:
Menambah kesempurnaan pertumbuhan sruktur daun
Menambah kesempurnaan pertumbuhan tongkol jagung
Memperkuat daya tahan tanaman jagung dari serangan penyakit, seperti bulai
Cara pemberian garam inggris pada tanaman jagung adalah sebagai berikut:
Larutkan garam inggris dalam air dengan perbandingan 4:1
Semprotkan pada bagian daun tanaman
Lakukan penyemprotan setiap semnggu sekali selama 4 minggu berturut-turut.

6. Pembuangan bunga jantan
Pembuangan bunga jantan pada tanaman jagung dilakukan pada saat bunga jantan keluar, tapi sebelum bunga mekar, jadi belum terjadi penyerbukan.
Tujuan pembuangan bunga jantan adalah untuk:
Pengalihan kekuatan/tenaga pada pembuatan tongkol
gar tongkol jagung menjadi lebih besar
Agar tongkol menjadi lebih banyak
Pembuangan bunga jantan dilakukan setelah 40 hari penanaman, untuk tanaman jagung yang ditanam di dataran rendah. Sedangkan untuk tanaman jagung yang ditanam di dataran tinggi, pembungaan bunga jantan dilakukan setelah 50 hari penanaman, karena perbedaan intensitas cahaya matahari yang diterima.

Cara pembuangan bunga jantan adalah sebagai berikut:
Goyang-goyangkan batang secara perlahan, jangan terlalu keras sebab dapat merusak bunga,
Perhatikan pelepah daunnya, tunggu sampai pelepah daunnya melebar.
Jika pelepah daun sudah melebar, maka cavutlah tangkai bunga jantan pada tanman jagung dengan hati-hati.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Kegiatan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung dilakukan agar tanaman jagung tidak mengalami gangguan kesehatan, yang akhirnya mengganggu hasil produksinya.
Pengendalian terhadap hama dan penyakit dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

1. Secara tradisional
Secara mekanisme atau penanganan secara langsung.
Ulat langsung diambil dan dibasmi
Tikus, dengan cara digeropyok beramai-ramai
Burung dengan diketapel
Tanaman liar dengan disiangi/dicabuti secara langsung
Mengusir burung, dengan dipasang orang-orangan untuk menakuti dan pergi jauh supaya tidak memakan jagung.
Dengan penanaman secara serentak.
Dengan mengadakan rotasi tanaman agar terhimdar dari hama dan penyakit.
2. Modern
Untuk mencegah serangan penyakit digunakan fungisida/senyawa kimia pembasmi jamur/fungi. Misalnya, manzate, DIthane, Antracol, Cobox, dan Vitigran Blue.
Untuk pengendalian hama digunakan insektisida/senyawa kimia pembasmi serangga/insekta, yang berbentuk cairan yang disemprotkan.
Misalnya, Diazinon 60 EC, Baycard 500 EC, HOpcin 50 EC, Klitop 50 EC, Mipcin 50 WP, Azodrin 15 WSC,
Sedangkan yang berupa butiran adalah furadan 3G, Dharmafur, dan Curater.

1. Ulat daun (prodenia litura)
Gejala tanaman jagung yang diserang hama ulat daun adalah sebagai berikut:
Ulat dau menyerang bagian pucuk daun.
Umur tanaman yang diserang ulat daun sekitar 1 satu bulan
Daun tanaman bila sudah besar menjadi rusak.
Pencegahan dxengan penyemprotan insektisida folidol, basudin, diazinon dan agrocide dengan ukuran 1,5 cc dalam tiap 1 liter air.

2. Lalat bibit
Disebabkan oleh lalat bibit (Atherigona exigua)
Gejala yang dialami tanaman jagung adalah ada bekas gigitan pada daun, pucuk daun layu, dan akhirnya tanaman jagung mati.
Pengendalian dengan menghembuskan HCH 5% pada saat berumur 5 hari. Atau pengobatan dengan penyemprotan insektisida Hostathion 40EC, sebanyak 2cc tiap liter air dengan volume semprotan 100 liter tiap hektar lahan jagung.

3. Ulat agrotis
Gejala yang dialami pada bagian batang yang masih muda yaitu putus akhirnya tanaman jagung mati.
Agrotis sp. Melakukan penyerangan pada malam dan siang hari. Ada 3 macam ulat grayak/agrotis ini, yaitu:
Agrotis segetum, yang berwarna hitam, sering ditemukan didaerah dataran tinggi.
Agrotis ipsilon, berwarna hitam kecoklatan, di temukan di daerah dataran tinggi dan rendah
Agrotis interjection, berwarna hitam, banyak terdapat di pulau jawa
3. Pengendalian ulat ini dengan insektisida Dursban 20 EC, dengan dosis 2 ml tiap 1 liter air. Tiap hectare dapat digunakan 500 liter larutan

4. Penggerek daun dan penggerek batang
Bagian tanaman jagung yang diserang oleh ulat sesamia inferens dan pyrasauta nubilasis adalah ruas batang sebelah bawah dan titik tumbuh tunas daun tanaman jagung.
Gejala tanaman menjadi layu.
Penanggulangan dengan menggunakan insektisida Azodrin 15 WSC dengan dosis 30 liter dalam 10 liter air.

5. Ulat tongkol (Heliothis armigera)
Gejalanya dapat dilihat dengan adanya bekas gigitan pada biji dan adanya terowongan dalam tongkol jagung.
Ulat tongkol menyerang/masuk dalam tanaman jagung melalui tongkol, baru memakan biji jagung.
Pengendalian dengan penyemprotan menggunakan Furadan 3G atau dengan membuat lubang dekat tanaman, diberi insektisida dan ditutup lagi.
Dosis yang digunakan 10 gram tiap meter persegi.
Sebaiknya dilakukan pada saat tanaman jagung masih berbunga, jangan menjelang panen, sebab dapat membahayakan kita yang ikut mengkonsumsi jagung karena residu dari insektisida tersebut.
Penyakit pada tanaman jagung, yaitu:

1. Hawar daun atau karat daun
Penyakit hawar daun dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
a. Hawar daun turcicum
Gejala penyakit ini berupa adanya bercak kecil berbentuk jorong, berwarna hijau kelabu. Lama kelamaan bercak menjadi besar dan berwarna coklat. Bentuk seperti kumparan, bila parah daun seperti terbakar.
Penyebab penyakit ini adalah Helminthos porrirum turcicum.

b. Hawar daun maydis
Gejala yang dialami berupa bercak coklat abu-abu pada seluruh permukaan daun.
Bila parah dapat sampai ke jaringan tulang daun yang akhirnya jaringan dapat mati.

c. Hawar daun corbonum
Gejala berupa bercak coklat muda kekuningan bersudut-sudut memanjang yang dapat menyatu dan mematikan daun.
Penyebabnya adalah cendawan Dreschslera zeicola yang tumbuh di daerah yang dingin, bersuhu rendah, lembab dan di daerah dataran tinggi.
Pengendalian dengan fungisida atau dengan thiram dan karboxin, serta dengan pengasapan atau perawatan suhu panas selama 17 menit dengan suhu 55 derajat celcius.

2. Bulai
Penyakit bulai pada daun jagung disebabkan oleh cendawan atau jamur sclerospora maydis
Gejala berupa daun tanaman jagung berwarna kuning keputih-putihan bergaris, sejajar dengan urat daun dan tampak kaku.
Pencegahan dengan pemberian Ridomil 35 SD pada benih agar tidak tumbuh jamur pada biji jagung.

Tanaman jagung yang mengalami kekurangan zat makanan akan mengalami berbagaib gangguan antara lain:

1. Kekurangan nitrogen (N)
Akibat kekurangan unsure Nitrogen adalah tumbuhan menjadi kerdil, kurus, dan daun berwarna hijau kekuningan. Akibat yang paling parah tumbuhan jagung tidak berbuah.

2. Kekurangan fosfor (P)
Kekurangan Fosfor juga menyebabkan tanaman menjadi kerdil, daun agak ungu dan kaku. Pertumbuhan tongkol terganggu, sehingga barisan biji tidak teratur.

3. Kekurangan kalium (K)
Gejala yang tampak adalah ujung bagian bawah daun menguning dan mati. Tumbuhan menghasilkan buah yang kecil dan ujungnya runcing.

4. Kekurangan Kalsium (K)
Kekurangan kalsium menyebabkan daun mudanya tidak muncul dari ujung tanaman, daun agak kaku, berwarna kuning kehijauan dan kerdil.

5. Kekurangan Magnesium (Mg)
Tanaman jagung yang kekurangan magnesium, biasanya kerdil, bagian atas daun berwarna kuning. Dengan bergaris-garis tak normal berwarna putih. Daun yang tua berubah warna menjadi ungu kemerahan pada bagian tepid an ujung daun.

6. Kekurangan belerang (S)
Gejala yang tampak pada tanaman jagung yang kekurangan belerang adalah seluruh daunnya berubah warna menjadi kuning, baik dari daun yang muda sampai yang tua. Gejala lain adalah tubuh tanaman jagung menjadi kerdil dan tidak/terlambat berbunga.

7. Kekurangan Seng (Zn)
Gelala penyakit ini dilihat setelah tanaman berumur 2 minggu yaitu pada tengah daun terdapat garis kuning sepanjang tulang daun, sedangkan bagian tepi daun tetap hijau

8. Kekurangan zat besi (Fe)
Gejala penyakit ini dapat dilihat pada daun tanaman jagung bagian atasnya hijau pucat sampai putih di antara urat-urat daun.

9. Kekurangan tembaga (Cu)
Gejala penyakit ini muncul dengan diawali mengeringnya daun termuda, kemudian tanaman jagung menjadi kerdil dan daun yang tua mati.
Gejala yang lain adalah batang jagung menjadi lunak sehingga mudah bengkok atau roboh terkena angin.
0

Gerakan Pertanian Organik

Mengembalikan Kejayaan Bumi Nusantara

Gerakan Pertanian Organik dimaksudkan untuk mengurangi pemakaian pupuk kimia dengan menggantikan pupuk yang berbasis organik sehingga diharapkan mampu mengembalikan kesuburan tanah pertiwi
Copyright ®️ 2020 | APO All Right Reserved