Aktifis Pertanian Organik: Sayur
X
Pencarian pada kategori

💗 Sayur 💗

Kamis, 16 Februari 2017
by :

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK

budidaya-sayuran-organik--aktifis-pertanian-organik
Budidaya Sayuran Organik-Aktifis Pertanian Organik
Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia.
Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, cara penanamannya dapat memanfaatkan pupuk kandang, pupuk hijau, endapan minyak, bahan-bahan organg belum tercemar baik didalam maupun diluar lahan, dan kompos yang terdiri dari mineral yang kaya nutrisi. Hal tersebut bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh tanaman.
Kerusakan tanah bisa dihindari melalu pemeliharaan tanah, kualitas sumber air dan lingkungan lahan pertaniah, serta perlindungan kontinuitas produksi lahan. Sedangkan hasil yang berkualitas, aman dan sehat bisa dilakukan dengan upaya pengendalian pada saat penanaman, pengendalian secara fisik, serta pengendalian secara alamiah baik pada hama maupun gulma yang merugikan.
Secara singkat, pertanian organik tidak hanya untuk mempertahankan keseimbangan kondisi alamiah lingkungan dan menghasilkan sayuran yang sehat dan aman, tapi juga untuk mempertahankan kontinuitas penggunaan lahan pertanian.

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK

(1) Persyaratan Kondisi Lahan Sayuran
Syarat utama yang diperlukan untuk membudidayakan sayuran organik adalah kondisi lingkungan seperti tanah, udara dan air yang tidak tercemar bahan kimia, kualitas tanah yang baik, serta pengairan lokal yang mencukupi.

(2) Persiapa Lahan
Lahan disiapkan dengan membuat bedeng atau green house pada kebun sayur, sedangkan penutupan dengan net/jaring bertujuan untuk menghindari air hujan dan mencegah serangan hama.

(3) Pemilihan Jenis Tanaman
Serangan hama bisa bervariasi tergantung dari jenis tanaman, maka sebaiknya dipilih sayuran dengan ketahanan serangan hama kuat seperti ketela, kangkung, daun selada atau sayuran yang mudah dibudidayakan seperti sawi putih, sawi dan baby bok choy dan lain-lain.

(4) Pengaturan Pupuk
a. Pupuk organik padat
Pupuk organis padat biasa digunakan sebagi pupk dasar sebelum penanaman. Pada sayuran berdaun, biasanay ppuk disebar pada laha kemudian tanah diratakan lalu ditanami sayuran. Pada an yang ditanam dengan metode baris, jarak harus ditentukan terlebih dahulu kemudian dilakukan penanaman. Pupuk organik pada yang digunakan pada tanaman organik sebaiknya dibuat sendiri sehingga kualitasnya bisa lebih terjamin. Jika memerlukan pupuk organik yang ada di pasaran, maka harus diperiksa terlebih dahulu kandungan yang terdapat didalamnya khusunya bahan-bahan kimia. Penggunaan pupuk organik harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang bersangkutan, jika diperlukan bisa ditambah sedikit campuran tanaman mineral unsur hara atau unsur organik yang lain dan campuran lain untuk memperbaikin unsur hara tanah.
Pembuatan pupuk organik padat sebaiknya dilakukan dalam ruangan tertutup. Campur rata semua bahan yang sudah tersedia, sesuaikan dengan kandungan air dan perbandingan CN (Carbon-Nitrogen), setelah itu ditimbun.
Dalam proses penimbunan, saat suhu mencapai 60-70 derajat celcius timbunan harus dibalik. Waktu yag diperlukan sampai pupuk matang dan penggunaan berbeda, biasanya setelah 60 hari baru bisa digunakan.

b. Pupuk organik cari
Pupuk organik cair biasanya menggunakan kedelai atau ampas kedelai. Bubuk kedelai yang sudah dihaluskan ditambah bahan yang lain seperti brambut, tetes, mikroba yang menguntungkan dan air bersih. Setelah beberapa saat akan menghasilkan pupuk organik cair (tabel 1). Pada saat digunakan, diperlukan 100 sampai 300 kali pengenceran, penggunaan bisa dengan cara disemprotkan langsung pada daun atau dialirkan secara langsung, ini hasilnya akan lebih baik.

PENGENDALIAN HAMA

Pengendalian hama pada sayuran organik bukan dengan cara membasmi sampai ke akarnya melainkan melalui pengamatan selama proses penanaman, yaitu bagaimana tanaman bisa hidup berdampingan dengan hama, tujuannya adalah keseimbangan alam.
Cara yang digunakan adalah sebagai berikut:

(1). Pengendalian pada saat penanaman
Cara ini menggunakan teknik pada saat penanaman guna mencegah serangan hama. Cara yang digunakan meliputi pengelolaan tanah, rotasi tanaman, pemilihan jenis tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan pemilihan waktu tanam. Cara pengelolaan tanah yang uum digunakan adalah merendam dengan air atau membajak (membalik) tanah. Meredam dengan air akan mematikan telur hama, hama yang masih muda atau kepompong.
Rotasi tanaman yang seseuai dapat mengurangi bahaya serangan hama, misalnya rotasi tanaman musim hujan dan musim kemarau, rotasi tanaman antara tanaman kacang-kacangan dan tanaman lain dapat memberi hasil yang baik. Pembibitan dengan menggunakan plug terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan penanaman akan dapat memperpendek waktu pertumbuhan sayuran di lahan. Hal ini juga bisa mencegah serangan hama dan mengendalikan rumput. Cara yng sering dipakai ini adalah cara pencegahan hama yang baik.

(2). Pengendalaian secara fisik
Cara pencegahan ini menggunakan alat-alat dan cara lain untuk menghindari serangan hama. Cara yang biasa digunakan adalah pentutupan, menangkap dan mematikan, memancing dan mematikan, dll. Cara penutupan yang digunakan misalnya membuat green house untuk penanaman, pembuatan parit disekeliling green house dan direndam air atau penggunaan pembungkus pada tanaman aneka labu, dll Cara menangkap dan mematikan adalah dengan menangkap langsung, baik dengan tangan maupun dengan jaring untuk kemudian dimatikan atau dengan menyiasati kebiasaan hama tanaman dengan menggunakan kertas perekat berwarna untuk menangkap dan mematikan hama. Cara lain yang bisa digunakan adalah menggunakan lampu untuk memancing hama, atau dengan umpan makanan seperti air gula, jambu, pepaya, belimbing yang dicampur dengan sedikit obat dan diletakkan di sekitar lahan hama. Hama yang tertangkap bisa dimatikan.

(3). Pengendalian dengan obat-obatan alami
Obat-obatan alami adalah obat yang tersedia di alam atau bahan obat yang sengaja ditanam, dikelompokan atau diproses lebih lanjut menjadi bahan yang dapat mencegah hama, termasuk didalamnya berbagai maam bahan alami dan mineral seperti cairan gula asam, tembakau, arak, minyak serai, peppermint oil, minyak kamper, kertas perekat bewarna kuning bakteri Bacillus Thungringiensis, abu rumput dan kayu, arang batu dll.

PENGENDALAIAN RUMPUT

Rumput bisa menghambat pertumbuhan tanaman di lahan untuk menyebabkan tanaman tidak berproduksi secara normal. Budidaya tanaman organik tidak boleh menggunakan obat kimia untuk membasmi rumput, maka pencegahan rumput merupakan satu tantangan dalam budidaya tanaman organik. Cara-cara yang biasa dipergunakan adalah sebagai berikut:

(1). Memberantas rumput dengan mesin:
Ini adalah cara yang paling menghemat tenaga. Jika terdapat banyak rumput di lahan, maka sebelum rumput menjadi banyak dan sebelum penanaman, tanah diratakan terlebih dahulu. Setelah perataan berkali-kali rumput akan menjadi berkurang.

(2). Menutupi permukaan tanah:
Ini juga merupakan cara yang baik untuk mencegah rumput. Menutup tanah pada barisan tanaman dengan plastik berwarna perak (mulsa PHP) dapat mencegah serangga perusak tanaman. Pada musim kemarau jika suhu tinggi biasanya permukaan tanah dilapisi sisa-sisa tumbuhan seperti jerami untuk menurunkan suhu.

(3). Tumpang sari:
Diantara barisan tanman ditanami tanaman pupuk hujau yang cepet tumbuh atau tanaman merambat untuk menghambat pertumbuhan rumput.

(4). Pecabutan rumput dengan tenaga manusia:
Cara ini dilakukan untuk menunjang ketiga cara di atas guna memberantas rumput sampai ke akar-akarnya.
0

Kamis, 22 Desember 2016
by :

Tomat



Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan sekitar 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.
Dewasa ini terdapat lebih dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya cocok di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang cocok di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang bisa ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.


Memilih benih tomat

Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).
Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai memiliki daun dan batang yang cukup kuat. Penyemaian hendaknya dilakukan di atas media yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat cara membuat media persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya pilih media persemaian dengan ploybag. Hal ini untuk mengurangi resiko tanaman stres ketika dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati saat mencabut dan memindahkan
bibit.
Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan sekitar 35-40 hari.
Tips untuk persemaian bedengan, buat larikan (garis) diatas media persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih dalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan pencabutan, sebelum benih dicabut siram dengan air untuk melunakan media sehingga akar tidak putus ketika ditarik. Kedua, cara putar yaitu mengambil tanaman dengan tanah disekitarnya.
Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah media persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm.
Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup dengan media tanam. Cara memindahkannya adalah dengan merobek atau melepas polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah terlalu asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. Manfaat pengapuran selain menaikan pH tanah juga untuk memperbaiki struktur tanah. Dosisnya harus disesuaikan dengan tingkat pH tanah masing-masing.



  1. Bajak atau cangkul tanah hingga gembur kemudian bentuk bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kira-kira satu minggu.
  2. Setelah itu, berikan pupuk dasar berupa pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kandungan fosfor bisa ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tapi pupuk dasar harus lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.
  3. Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik, penutupan dengan mulsa sangat berguna terutama pada musim kemarau. Mulsa plastik berguna untuk mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan agar buah tomat tetap bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan kembali tanah selama satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat

  • Pertama-tama buat lubang tanam pada mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm.
  • Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai dalam polybag atau pot, lepas terlebih dahulu wadahnya lalu masukkan semua media tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman kemudian timbun dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk menjaga kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat cukup sensitif dan perlu perawatan yang intensif. Tanaman ini sangat rentan terhadap hama dan penyakit, terutama yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, resiko kerusakan buah tomat masih tinggi sekitar 20-50%. Berikut beberapa perawatan penting apabila kita hendak melakukan budidaya tomat.

a. Penyulaman
Penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah karena cuaca. Penyulaman dilakukan setelah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang terlihat tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan dalam budidaya tomat biasanya dilakukan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan bisa lebih jarang lagi. Penyiangan bertujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam. Pertumbuhan gulma akan menganggu tanaman, karena tanaman harus bersaing dalam mendapatkan nutrisi. Selain itu gulma juga mengundang hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman tomat dilakukan setiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun harus segera agar tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa dilakukan dengan tangan. Namun apabila batang sudah terlalu keras, sebaiknya gunakan pisau atau gunting. Untuk mengatur ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman bisa dipotong. Pemotongan ujung tanaman dilakukan setelah terlihat jumlah dompolan buah sekitar 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang mempunyai kandungan kalium tinggi pada saat tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan bisa dilakukan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair harus diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita bisa menambahkan pupuk kandang atau kompos setelah tanaman berumur 2-3 minggu dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada usia satu minggu berikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian setelah umur 2-3 minggu berikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada umur lebih dari 4 minggu tanaman masih terlihat kurang gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, pemberian urea dan KCl jangan sampai mengenai tanaman karena bisa melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlalu banyak membutuhkan air, namun jangan sampai kekurangan. Kelebihan air dalam budidaya tomat membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi akan menghambat fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkepanjangan bisa menyebabkan pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang bisa menyebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan dengan kondisi cuaca. Bila curah hujan cukup relatif tidak perlu lagi penyiraman. Justru yang harus diperbaiki adalah saluran drainase agar air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan pada pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir bertujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman agar tidak roboh. Lenjeran dibuat dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan pada jarak sekitar 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran bisa dibiarkan tegak mandiri atau ujungnya diikatkan dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berguna untuk memperkokoh posisi lenjeran.
Pemasangan lenjeran hendaknya sedini mungkin untuk mencegah luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana sehingga kemungkinan tertancap kecil. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lenjeran bisa menghambat pertumbuhan dan mengundang penyakit.

Pemasangan lenjeran dilakukan setelah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat dengan tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berbentuk angka 8 agar batang tomat tidak terluka karena bergesekan dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan terlalu kuat agar tidak menghambat pembesaran batang. Setelah itu, setiap tanaman bertambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman dengan tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa jenis hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit tersebut bisa disemprot dengan pestisida. Penggunaan pestisida harus bijak, sesuaikan dengan lingkungan sekitar (para petani lain), riwayat penyemprotan dan ikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang akan diproduksi ditujukan untuk pasar organik, hendaknya menggunakan pestisida yang alami. Silahkan lihat cara membuat pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak bisa diberantas dengan hanya mengandalkan pestisida saja. Karena manfaat pestisida hanya sementara dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan tetap datang dan kemungkinan akan lebih resisten. Menaikan dosis penggunaan pestisida mungkin efektif tapi akan menimbulkan efek lingkungan yang buruk dan juga menaikan biaya produksi. Kalau pun harus menggunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti merek dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh gunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT harus dilakukan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang harus diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pemberian pupuk berimbang, rotasi tanaman, memanfaatkan predator alami, memanfaatkan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru bisa dipanen 60-100 hari setelah tanam, tergantung dari varietasnya. Penentuan waktu panen berdasarkan umur tanaman kadang kala tidak efektif. Sebaiknya gunakan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat sudah dikatakan siap panen apabila kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan bagian batang mengering.
Pemetikan hendaknya dilakukan di pagi atau sore hari karena pada siang hari tanaman masih melakukan fotosintesis. Pada keadaan demikian penguapan sedang tingi-tingginya sehingga buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan bisa dilakukan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara rata-rata mencapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas tertentu dan didaerah-daerah tertentu bisa mencapai 25-30 ton per hektar.
0

Minggu, 18 Desember 2016
by :

Budidaya Cabe



Cabe rawit yang dibudidayakan di Indonesia sangat beragam. Secara umum, masyarakat mengenal cabe rawit putih dan cabe rawit hijau. Padahal setiap tempat memiliki macam cabe rawit yang berbeda-beda.

Budidaya cabe rawit relatif lebih rendah resikonya dibanding cabe besar. Tanaman ini lebih tahan serangan hama, meskipun hama yang menyerang cabe besar bisa juga menyerang cabe rawit. Kali ini alamtani menguraikan kiat-kiat usaha budidaya cabe rawit, mulai dari pemilihan benih hingga penanganan panen.

Pemilihan benih cabe rawit

Dewasa ini telah banyak tersedia benih cabe rawit hibrida dengan keunggulannya masing-masing. Pilihlah benih yang sifatnya sesuai dengan kondisi lahan masing-masing. Bila sulit didapatkan atau harganya mahal, kita bisa menyeleksi benih cabe rawit sendiri.

Benih cabe rawit bisa didapatkan dari hasil panen sebelumnya. Gunakan buah dari hasil panen ke-4 hingga ke-6. Buah yang dihasilkan pada periode panen ini biasanya memiliki biji yang optimal. Pada hasil panen pertama hingga ketiga, biji dalam buah cabe rawit biasanya masih sedikit. Sedangkan menjelang periode akhir panen jumlah biji banyak tapi ukurannya kecil-kecil.

Untuk memilih benih cabe rawit yang baik, pilih beberapa tanaman yang sehat dan terlihat kuat. Dari tanaman tersebut pilih buah yang bentuknya sempurna, bebas dari serangan penyakit dan hama. Kemudian biarkan buah tersebut menua pada pohon. Kalau memungkinkan biarkan buah hingga mengering di pohon.

Setelah buah dipetik, potong secara membujur kulit buahnya. Buang biji yang terdapat pada bagian pangkal dan ujung buah, ambil biji pada bagian tengah. Biji pada bagian tengah biasanya yang paling berkualitas.

Kemudian rendam biji cabe rawit tersebut dalam air bersih. Buang biji yang mengambang, biji yang cocok jadi benih adalah yang berisi dan tenggelam dalam air. Kemudian jemur biji tersebut hingga kering, kira-kira selama 3 hari.
Kecuali untuk benih organik, kita bisa memberikan fungisida untuk menghindari serangan jamur. Kemudian simpan benih ditempat yang kering dan masih memiliki sirkulasi udara. Bila penyimpanannya benar, benih cabe rawit bisa bertahan hingga dua tahun.
0

Sabtu, 17 Desember 2016
by :

Budi Daya Bawang Merah


Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman hortikultura musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun pada saat-saat tertentu sering mengalami banjir produksi sehingga harganya anjlok. Diperparah lagi dengan kebijakan impor yang diterapkan pemerintah yang seringkali memperparah kejatuhan harga bawang merah di pasaran.

Untuk menghindari fluktuasi harga yang sangat merugikan petani, perlu upaya untuk melakukan budidaya bawang merah diluar musim. Seiring dengan pembatasan kegiatan budidaya di musim-musim puncak.

Varietas unggul yang berkembang di indonesia :
  • Bawang merah bima brebes
  • Bawang merah sumenep
  • Bawang merah ampenan
  • Bawang merah medan
  • Bawang merah australi
  • Bawang merah bangkok.
  • Bawang merah filipina

Syarat tumbuh bawang merah sangat dipengaruhi oleh:

Iklim
  • Membutuhkan tempat yang beriklim kering dengan suhu yang cukup panas 25-300C, jika ditanam didaerah dingin hasilnya tidak maksimal, curah hujan yang dibutuhkan 300-1.500 mm/th
Tanah

Kedaan tanah yang baik dilihat dari 3 sifat:
  • Sifat fisika
  • Sifat kimia
  • Sifat biologi

Mengolah tanah

pengolahan tanah dilakukan 2x
pengolahan tanah dilakukan 3 minggu sebelum masa tanam

7 hari pertama bajak atau cangkul dengan kedalaman 20-35cm
pengolahan yang kedua setelah 7 hari pertama dibajak atau dicangkul kembali
Buatlah bedengan 


7 hari kedua bedengan dicangkul tipis-tipis untuk lebih mengemburkan tanah lakukan pemupukan dasar dengan pupuk kandang atau kompos
lakukan pengapuran jika diperlukan (untuk menaikan PH) 7 hari ketika lahan siap untuk ditanami


0

Gerakan Pertanian Organik

Mengembalikan Kejayaan Bumi Nusantara

Gerakan Pertanian Organik dimaksudkan untuk mengurangi pemakaian pupuk kimia dengan menggantikan pupuk yang berbasis organik sehingga diharapkan mampu mengembalikan kesuburan tanah pertiwi
Copyright ®️ 2020 | APO All Right Reserved